Cegah PTM, Dinkes Luncurkan Pilot Project Integrasi PTM GO-CARE & GAHOP Insight PTM
Program ini mengusung dua pendekatan utama, yaitu GO-CARE (Gerakan Optimalisasi Cegah dan Kendalikan Risiko) yang berfokus pada penguatan manajemen pasien, serta GAHOP (Gerakan Analisis Health Outcome dan Profiling) yang menitikberatkan pada pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan.
Bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, kegiatan ini dihadiri oleh unsur pimpinan, narasumber, serta peserta dari lintas program dan Puskesmas. Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa tantangan pengendalian PTM saat ini tidak hanya terletak pada capaian indikator, melainkan pada kemampuan sistem kesehatan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan dan memastikan pasien tetap terkontrol secara berkesinambungan.
Sinergi Pakar dan Transformasi Layanan
Hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan penguatan teknis dan strategis, yaitu dr. Zuainah Saswati, M.Gz dari tim PTM Dinas Kesehatan Provinsi Riau, serta Mishbahuddin, SKM., MAHM., M.Pd., PhD dari PERSAKMI Riau. Kehadiran para pakar ini mempertegas urgensi perubahan paradigma dari sekadar skrining menuju kontrol pasien yang berkesinambungan.
Dalam sambutannya, Plt. Kadiskes dr. Imawan Hardiman menekankan bahwa tantangan utama saat ini adalah memastikan pasien tidak berhenti pada tahap deteksi, tetapi tetap berada dalam sistem pelayanan hingga kondisinya terkontrol.
“Ini bukan tentang menambah program baru, tetapi bagaimana mengoptimalkan yang sudah ada agar lebih berdampak,” Ujar dr. Imawan pada Kamis (16/4/2026)
Dari Skrining ke Kontrol: Mengubah Cara Pandang
Selama ini, berbagai program PTM seperti skrining dan deteksi dini telah berjalan secara luas. Namun, pendekatan tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan utama di lapangan—yaitu memastikan pasien tidak berhenti pada tahap deteksi, tetapi tetap berada dalam sistem pelayanan hingga kondisinya terkontrol.
Melalui GO-CARE (Gerakan Optimalisasi Cegah & Kendalikan Risiko) dan GAHOP (Gerakan Analisis Health Outcome dan Profiling), Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar memperkenalkan pendekatan baru yang mengintegrasikan pengelolaan pasien dengan pemanfaatan data berbasis wilayah.
“Ini bukan tentang menambah program baru, tetapi bagaimana mengoptimalkan yang sudah ada agar lebih berdampak,” menjadi benang merah yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Data sebagai Arah, Komunitas sebagai Kekuatan
Salah satu fokus utama dalam pilot project ini adalah pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Data skrining yang selama ini terkumpul akan diolah menjadi profiling risiko berbasis wilayah, sehingga intervensi dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, pendekatan berbasis komunitas menjadi kunci dalam memastikan keberhasilan implementasi. Keterlibatan kader, bidan desa, serta dukungan pemerintah desa dan lintas sektor lainnya diharapkan mampu menghadirkan intervensi yang sederhana namun nyata di tengah masyarakat.
Salah satu wilayah kerja Puskesmas Sawah ditetapkan sebagai lokus awal pilot project, dengan mempertimbangkan kesiapan wilayah serta kebutuhan intervensi berbasis data.dengan pertimbangan kesiapan wilayah serta kebutuhan intervensi berbasis data yang lebih terstruktur. (Irs)
Posting Komentar